Sunday, July 9, 2017

40 robbana dalam AlQuran

40 Rabbana dalam Al Quran yang merupakan doa, dapat kita amalkan sehari2 permohonan kepada Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang.

1. Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui [QS 2:127]

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
[البقرة :127]

2. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [QS 2:128]

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
[البقرة :128]

3. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.[QS 2:201]

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[البقرة :201]

4. Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. [QS 2:250]

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْراً وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَافِرِينَ
[البقرة :250]

5. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. [QS 2:286]

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
[البقرة :286]

6. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. [QS 2:286]

رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا
[البقرة :286]

7. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir [QS 2:286]

رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
[البقرة :286]

8. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). [QS 3:8]

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
[8: آل عمران]

9. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. [QS 3:9]

رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
[آل عمران :9]

10. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. [QS 3:16]

رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[آل عمران :16]

11. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah). [QS 3:53]

رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَِ
[آل عمران :53]

12. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. [QS 3:147]

ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَِ
[آل عمران :147]

13. Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.[QS 3:191]

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[آل عمران :191]

14. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. [QS 3:192]

رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
[آل عمران :192]

15. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman.[QS 3:193]

رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا
[آل عمران :193]

16. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. [QS 3:193]

رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ
[آل عمران :193]

17. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. [QS 3:194]

رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَاد
[آل عمران :194]

18. Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).[QS 5:83]

رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
[المائدة :83]

19. Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama. [QS 5:114]

رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاء تَكُونُ لَنَا عِيداً لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
[المائدة :114]

20. Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. [QS 7:23]

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
[الأعراف :23]

21. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu. [QS 7:47]

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
[الأعراف :47]

22. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. [QS 7:89]

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ
[الأعراف :89]

23. Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu). [QS 7:126]

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
[الأعراف :126]

24. Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir. [QS 10:85-86]

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ; وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
[ 85-86:يونس]

25. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. [QS 14:38]

رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللّهِ مِن شَيْءٍ فَي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاء
[إبرهيم :38]

26. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.[QS 14:40]

رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء
[إبرهيم :40]

27. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). [QS 14:41]

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
[إبرهيم :41]

28. Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). [QS 18:10]

رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
[الكهف :10]

29. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas. [QS 20: 45]

رَبَّنَا إِنَّنَا نَخَافُ أَن يَفْرُطَ عَلَيْنَا أَوْ أَن يَطْغَى
[طه :45]

30. Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. [QS 23: 109]

رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
[المؤمنون :109]

31. Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. [QS 25: 65-66]

رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَاءتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
[65-66: الفرقان]

32. Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. [QS 25:74]

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
[الفرقان :74]

33.Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. [QS 35: 34]

رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ
[فاطر :34]

34. Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. [QS 40:7]

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
[غافر :7]

35. Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar. [QS 40:8-9]

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدتَّهُم وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَن تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
[8-9:غافر]

36. Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. [QS 59:10]

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا
[الحشر :10]

37.Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. [QS 59:10]

رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
[الحشر :10]’

38. Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. [QS 60:4]

رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
[الممتحنة :4]

39. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [QS 60:5]

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
[الممتحنة :5]

40. Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. [QS 66:8]

رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
[التحريم :8]

Sila sebarkan, sampaikan walau satu ayat.

Friday, June 30, 2017

Perihal umur yg dilanjutkan

Assalamualaikum semua. Ini adalah nasihat bagi yg usianya hampir 50an atau lebih. Amalkan lah nasihat ini sebaik mungkin.
*BERAPA UMURMU..?*
*SUDAH 50 TAHUN?*

Firman Allah SWT : *"...Bukankah Kami telah memberimu umur sehingga kamu sempat mengingat bagi sesiapa yang mau mengingat?"*
_(Fathir : 37)_

*"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun"* _(HR.Bukhari)_

Al-Khattabi berkata : *"Maknanya, orang yg Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan. Karena usia 50 tahun merupakan usia yang dekat dgn kematian,*

maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dgn khusyuk, dan *bersiap2 bertemu Allah."*
_(Tafsir al-Qurthubi)_

Fudhail bin Iyadh berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 50 tahun,

*Nasihat Fudhail kepadanya : *"Berarti sudah 50 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa2mu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus..!"*

Maka para alim ulama memberi nasihat cara menjalani umur yang sudah mencapai 50 tahun :

*🌿Jangan berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian.*

*🌿Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yg kurang diperlukan utk mendukung amal shalih.*

*🌿Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.*

*🌿Jangan gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dg rasa sabar dan bersyukur.*

*🌿Perbanyak doa mengharap keridha-an Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah.*

*🌿Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.*

*🌿Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.*

*🌿Kerapkan menjalin silaturahim dan merekatkan hubungan yang renggang sebelumnya.*

*🌿Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.*

*🌿Tingkatkan amal soleh terutama amal jariah yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati.*

*🌿Maafkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.*

*🌿Bereskan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.*

*🌿Berhentilah dari semua maksiat !*
*mata, berhentilah memandang yg tidak halal bagimu*

*tangan, berhentilah dari meraih yg bukan hak mu*

*mulut, berhentilah makan yg tidak baik dan yg tidak halal bagimu, berhentilah dari ghibah, fitnah, dan berhentilah menyakiti hati orang lain*

*telinga, berhentilah mendengar hal2 haram dan tak bermanfaat*

*🌿Berbaik sangka lah kepada Allah atas segala sesuatu yg terjadi dan menimpa*

*🌿penuhi terus hati dan lisan kita dg istighfar & taubat utk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap saat dan setiap waktu.*

Semoga bermanfaat bagi kita semua, walaupun Anda belum 50 tahun.
karena...

*KEMATIAN TIDAK MENGENAL UMUR.*

Tuesday, June 27, 2017

Jus rawatan arteri

Subhanallah, admin terbaca di wall seorang sahabat di fb tentang petua supaya arteri tak tersumbat. Selepas amalkan selama seminggu, beliau yang ada penyakit darah tinggi dapat rasa perubahan yang positif. Rasa 'berat' di tengkuknya dah hilang.

Caranya ialah:

1 cawan jus lemon
1 cawan jus bawang putih
1 cawan jus halia
1 cawan cuka epal

Campurkan semua jus dan cuka epal, kemudian masak perlahan hingga tinggal 3 cawan.

Minum 3 sudu dicampurkan dengan madu setiap pagi.

Semoga petua ini dapat memberi manfaat kepada semua dan terima kasih kepada yang share petua ni.

Ada yang bagitau kos untuk merawat arteri tersumbat ialah sekitar RM 70,000

Tuesday, March 21, 2017

Jus yg baik utk kesihatan

Saja nak share kepada kawan-kawan resepi kombinasi Jus Buahan dekat Ground Floor IJN. Semoga bermanfaat..

*Carrot + Ginger + Apple*
Boost dan membersihkan sistem dalaman badan..

*Apple + Timun + Saderi*
Mencegah kanser, mengurangkan kolesterol, dan menghapuskan sakit perut dan sakit kepala.

*Tomato + Carrot + Apple*
Meningkatkan kompleksi kulit dan menghapuskan nafas berbau.

*Peria + Apple + Milk*
Elakkan nafas berbau dan mengurangkan haba dalaman badan.

*Orange + Halia + Timun*
Meningkatkan tekstur kulit dan kelembapan dan mengurangkan panas badan.

*Nanas + Epal + Tembikai*
Untuk menghilangkan garam berlebihan, membersihkan pundi kencing dan buah pinggang.

*Apple + Timun + Kiwi*
Untuk mencerahkan warna kulit .

*Pear & Banana*
mengawal kandungan gula.

*Carrot + Apple + Pear + Mango*
meredakan panas badan, nyah toksik, menurun tekanan darah dan melawan pengoksidaan…awet muda !

*Honeydew + Grape + Tembikai + Susu*
Kaya dengan vitamin C + Vitamin B2, meningkatkan aktiviti sel dan kuatkan imuniti badan

*Betik + Nanas + Susu*
Kaya dengan vitamin C , E, Besi, Mencerahkan warna kulit dan metabolisme.

*Pisang + Nanas + Susu*
Kaya dengan vitamin yang berkhasiat dan mengelakkan sembelit

*Carrot + buah keras + madu*

Dikisar halus, jadikan jus, minum seminggu dua kali. Dapat mngurangkan seterusnya menghilangkan pnyakit Gout.

Selamat mencuba!

Monday, March 13, 2017

ADAKAH TERDAPAT HADIS MAUDUK (PALSU) DALAM KITAB FADHAIL AMAL?

Saya muatkan di sini beberapa catatan saya sepanjang berkuliah dengan Maulana Husain Abd Kadir di Masjid UKM mengenai 'Hadis Mauduk'

1. Ulama berbeza pendapat mengenai kesahihan sesuatu hadis berdasarkan kaedah dan syarat yang mereka letakkan dalam menilai hadis. Ada muhadisin yang meletakkan syarat yang ketat seperti Imam Bukhari. Namun, tidak semua hadis sahih dimuatkan dalam Sahih Bukhari. Bahkan, Imam Bukhari memuatkan hadis dhaif dalam kitab lain seperti Adabul Mufrad.

2. Untuk memahami mengapa Imam Bukhari berbuat demikian, atau mengapa Imam Bukhari menyusun bab dalam Sahih-nya sedemikian, atau bagaimana Imam Bukhari mengeluarkan hukum daripada hadis, maka ia perlu kepada pemahaman yang sangat tajam.

Untuk memahami tarjamatul bab Imam Bukhari dalam menyusun Sahih-nya, Maulana Zakariya telah menggariskan 70 kaedah dalam kitab Kanzul Mutawari yang merupakan syarah kepada Sahih Bukhari.

3. Selagi mana sesuatu hadis itu tidak disepakati oleh ulama hadis sebagai mauduk, maka kita (orang awam) tidak boleh meletakkan hadis itu sebagai mauduk. Ini kerana, ada pentahqiq yang syadid seperti Ibnu al Jauzi, Ibnu Taimiah dan al-Albani. Sedangkan, ada muhadisin yang lebih muktabar dan muktadil seperti Ibnu Hajar al Asqalani yang lebih sederhana dalam menghukum hadis. Justeru, apabila berlaku perselisihan antara muhadisin, kita perlu tinggalkan pendapat yang syadid (keras) dan mengambil pendapat yang muktadil (sederhana).

4. Belajar ilmu hadis tidak terbatas setakat mengetahui sahih, dhaif atau mauduknya sesebuah hadis. Ia juga perlu kepada ilmu dirayah (pemahaman hadis) dan asrarul hadis (rahsia hadis). Setakat belajar status hadis, itu masih di peringkat kulit.

5. Ada sesetengah orang mengatakan bahawa haram bertaklid kepada mazhab. Namun, dalam bab penilaian hadis, mereka sangat bertaklid pada sesetengah ulama yang syadid.

Jika dalam bab ijtihad mereka kata tidak perlu ikut imam mazhab, kenapa dalam bab penilaian hadis yang lebih mudah berbanding berijtihad, mereka bertaklid?

[Ini cuma soalan untuk mereka yang melarang taklid pada mazhab. Sedangkan di sisi ulama ASWJ, kita perlu betaklid pada mazhab dalam bab ijtihad dan mengikut pendapat ulama yang muktadil dalam penilaian hadis]

Sebagai orang biasa, tidak perlu susah-susah nak tahqiq atau ijtihad sendiri sedangkan sunan sittah pun kita tidak khatam secara musyafahah bersama guru hadis. Jika diberi kitab Bukhari tanpa baris dan tanpa terjemahan, boleh kita baca?

6. Mengapa berlaku perbalahan tentang status hadis? Ia berlaku apabila kita hanya mengambil penilaian hadis daripada muhadisin yang syadid tanpa mengambil kira pendapat muhadisin yang muktadil. Apa yang sepatutnya dilakukan ialah menyemak semua pendapat ulama hadis berkaitan hadis itu dan ambil pendapat yang sederhana, bukannya yang keras.

7. Mungkin kebanyakan hadis dhaif sebenarnya sahih. Mungkin juga kebanyakan hadis sahih sebenarnya dhaif. Ini kerana, ulama hadis berbeza-beza manhaj dalam menilai hadis, sanad dan perawi. Maka, amat perlu memahami manhaj imam hadis sebelum mengkritik kitabnya.

[Teringat pesanan Dr. Asmadi, orang yang tidak memahami manhaj atau method Maulana Zakariya dalam menyusun kitab Fadhail Amal akan mudah menuduh beliau meriwayatkan hadis palsu, padahal bukan hadis palsu sebaliknnya dhaif. Hakikatnya, Maulana Zakariyya menggunakan method Imam Tirmizi dalam menyusun kitabnya. Maka, orang yang mahu mengkritik kitab Fadhail Amal terlebih dahulu perlu memahami manhaj Imam Tirmizi]

8. Jika anda sudah selesa merujuk kitab Al Mauduk al Kubro Ibnu Jauzi atau kitab-kitab Syaikh al-Albani, maka anda juga dijemput mentelaah kitab Hadis Mauduk karya Allamah Ibnu Iraq. Ini kerana, kitab Ibnu Iraq itu telah diiktiraf oleh ulama sebagai kitab rujukan terbaik berkaitan hadis mauduk.

Wallahu'alam

DI SINI DIMUATKAN HASIL KAJIAN TERHADAP
~ FADHAIL SOLAH
~ FADHAIL ZIKIR

FADHAIL SOLAH

Berikut merupakan kesimpulan daripada “Kajian 40 Hadith di dalam Kitab Fadāil al-Solah” oleh al-Allāmah al-Muhaddith al-Syeikh Muhammad Zakariyā al-Kandahlawī yang dihasilkan oleh para pelajar Ilmu Hadis di bawah bimbingan Dr. Asmadi Sakat (UKM):

Berdasarkan kepada latar belakang pengarang, beliau merupakan seorang ulama yang terkenal di dalam bidang hadis sehingga beliau digelar sebagai Ra’is al-Syeikh al-Allamah al-Muhaddith.

Maulana Muhammad Zakariya memiliki 2 manhaj dan metode penulisan iaitu manhaj penulisan untuk orang awam dan manhaj penulisan untuk alim ulama yang mana setiap daripada kedua-duanya memiliki kaedah dan caranya yang tersendiri dalam menyampaikan penulisan.

Dalam permasalahan hadith dhaif, beliau berpegang dengan pendapat jumhur muhaddith bahawa harus menyebut hadith dhaif tanpa menyebut keterangan sebab kelemahannya dengan syarat hadith tersebut tidak bersangkut atau ada kaitan dengan permasalahan aqidah, halal dan haram, hukum-hukum syariah. Juga untuk pengajaran, taghrib dan tarhib, kelebihan-kelebihan amal dan yang seumpama dengannya. Boleh beramal dengan hadith dhaif hanya dalam urusan fadāil (kelebihan-kelebihan amal), al-manāqib, al-targhib wa al-tarhīb (galakan kepada amalan dan ancaman meninggalkan amalan) sahaja dan tidak boleh beramal dengannya dalam urusan halal dan haram terutamanya urusan aqidah.

Para ulama hadith telah sebulat suara bahawa terdapat hadith yang boleh dinaik taraf martabat atau statusnya ke satu taraf yang lebih tinggi dari martabatnya yang asal dengan syarat kelemahan hadith tersebut hendaklah lemah yang sederhana.

Jenis-jenis hadith yang boleh dinaik taraf martabatnya kepada darjat yang lebih tinggi daripada darjatnya yang asal ialah al-hadith al-hasan lizatih, al-hasan li ghairih, al-mu’allaq, al-mursal, al-mu’dal, al-munqati’, almudallas, al-mursal al-khafie, hadith majhul al-hal, hadith majhul al-‘ain, hadith al-mubham hadith al-mukhtalit, hadith al-mutalaqqin.

Hadith daripada perawi yang berdusta, dituduh sebagai pendusta, fasiq, hadith al-syaz dan hadith al-ma’lul merupakan klasifikasi-klasifikasi hadith yang tidak dapat dinaik taraf kedudukannya kepada hasan li ghairih disebabkan terlalu lemah dan riwayat-riwayat yang lain tidak dapat mengangkatnya kepada kedudukan yang lebih tinggai dari kedudukannya yang asal.

Jenis-jenis hadith yang tidak boleh dinaik taraf ialah hadith mawdu’ , hadith al-matruk, hadith al-munkar, hadith al-syaz dengan jenis-jenis iaitu almudraj, al-mudtarib, al-musahhaf, al-muharraf dan al-ma’lul.

Dapatan daripada penelitian penulis, daripada 40 hadith yang terdapat di dalam Fadāil al-Solah hadith yang berstatus sahih ialah hadith 1, 3, 11, 12, 14, 18, 19, 20, 24, 25, 27 dan 32. Hadith yang berstatus hasan ialah hadith 2, 4, 6, 7, 21, 22, 23, 28 dan 31. Hadith yang berstatus hasan selepas dikuatkan dengan riwayat sokongan ialah hadith 5, 8, 9 dan 10. Hadith yang berstatus dhaif tetapi boleh digunakan dalam konteks al-tarhīb ialah hadith 13, 16, 17, 26 dan 29. Kata-kata ulama yang terdapat di dalam kitab ini yang mana sesuai bagi tujuan al-tarhīb ialah hadith 15. Hadith yang ke 30 penulis tawaqufkan penilaian terhadapnya kerana tidak menemui kitab asal bagi hadith tersebut.

Saranan Dan Cadangan

Semua pihak termasuk para ulama dan ahli agama seharusnya memberi perhatian dan mengambil berat mengenai metode hadith mutāba’at dan syawāhid sebagai riwayat sokongan yang menjadi salah satu faktor pemangkin kenaikan taraf hadith yang berstatus dhaif kepada hasan li ghairih.

Daripada penganalisaan yang telah dibuat, penulis mendapati jumhur ulama di dalam beramal dengan hadis dhaif mengenakan beberapa syarat tertentu. Lantaran itu, janganlah terlalu cepat menolak sesuatu hadis disebabkan kelemahannya kerana kadangkala apa yang dikatakan sebagai kelemahan itu hanyalah pada sanadnya sahaja sedangkan matannya sahih dan selari dengan nas al-Quran atau dibantu oleh hadis sahih yang lain atau terdapat hadis lain daripada jalan riwayat yang lain yang boleh meningkatkan kedudukan hadis tersebut.

Berdasarkan kajian penulis terhadap buku karangan Mawlana Zakariya penulis mendapati terdapat beberapa buah hadith dhaif yang terkandung di dalam buku tersebut. Namun begitu hadith dhaif yang dikemukakan oleh beliau tidak terlalu dhaif dan tidak bercanggah dengan dalil-dalil syariat. Di samping itu beliau juga telah mengemukakan dalil-dalil samada dari al-Quran atau alsunnah yang lain untuk menyokong dan mengukuhkan hadith yang utama.

Penulis juga mendapati bahawa pengarang telah mengikuti metodologi para ulama hadis yang terdahulu dalam mengukuhkan hadith. Pengunaan hadith dhaif oleh beliau dalam kitabnya tidak bercanggah dengan syarat para ulama hadith yang terdahulu. Oleh itu, dakwaan yang mengatakan bahawa kitab-kitab karangan beliau tidak boleh dipakai adalah tidak benar dan tidak berasas.

Umat Islam seharusnya mengelakkan serta menjauhkan diri daripada mengeluarkan sesuatu kenyataan yang mengelirukan sekiranya perkara tersebut berada di luar kepakaran dan pengetahuan mereka.

Cadangan penulis kepada sesiapa yang ingin membuat kajian mengenai tajuk ini hendaklah memahami manhaj dan metode yang digunapakai oleh al-Kandahlawī serta menguasai kitab-kitab sumber asli bagi menjadikan kajian tersebut lebih berkualiti dan bermutu tinggi.

Kesimpulan

Pengaplikasian metode hadith mutāba’at dan syawahid sebagai riwayat sokongan yang menjadi salah satu faktor pemangkin kenaikan taraf hadith yang berstatus dhaif kepada hasan li ghairih merupakan manhaj yang digunapakai oleh al-Kandahlawī dan ulama sebelumnya dalam bidang penulisan hadith. Cara ini dilakukan menunjukkan kealiman dan kepakaran beliau di dalam bidang hadith. Sehubungan dengan itu manhaj ini boleh digunapakai sekiranya seseorang itu benar-benar mahir dalam bidang takhrij hadith.

FADHAIL ZIKIR

Selain Kitab Fadhail Solah, kitab Fadhail Zikir juga telah disemak di bawah seliaan Dr. Asmadi.

HASIL KAJIAN TERHADAP FADILAT ZIKIR (SALAH SATU KITAB DALAM HIMPUNAN FADILAT AMAL)

Setelah selesai kajian terhadap 40 hadith di dalam kitab Fadilat al-Dhikr, penulis dapat membuat beberapa kesimpulan, iaitu:-

1. Penulis mendapati pengarang hanya merujuk kepada sumber yang asal iaitu pengarang memetik hadith daripada kitab-kitab yang dikarang oleh ulama’ hadith yang muktabar seperti al-Bukhari, Muslim, al-Tirmidhi, Abu Dawud, al-Nasa’i, Imam Ahmad dan yang lain tanpa merujuk kepada hadith bukan daripada sumber asal. Antara implikasi menukilkan  hadith bukan daripada sumber asal iaitu kitab-kitab hadith ialah tidak dapat memastikan kesahihan sesuatu hadith secara pasti, malah hanya berdasarkan keyakinan kepada pengarang yang dirujuk.

2. Dalam penulisan hadith pengarang mengunakan kaedah meletak sanad, matan dan hukum hadith tersebut.  Dalam meriwayatkan dan menukilkan sesebuah hadith dalam kitabnya beliau akan menyatakan sanad hadith tersebut dari pembuku hadith sehinggalah kepada Rasulullah s.a.w seperti dalam kitabnya Awjaz al-Masalik, selepas menyatakan matan hadith tersebut beliau menjelaskan jenis dan hukum hadith tersebut samada mursal, munqati', daif, sahih dan sebagainya. 
3. Pengarang memilih hadith dari hadith sahih hingga hadith yang berstatus daif, namun demikian, penulis tidak mengesan walau satu pun hadith yang berstatus mawduk  iaitu berstatus palsu.

4. Walaupun satu-satu hadith berstatus daif yang dipetik pengarang, namun setiap hadith tersebut mempunyai riwayat mutābaat dan syawahid  yang berfungsi sebagai riwayat sokongan yang menjadi salah satu faktor pemangkin kenaikan taraf hadith yang berstatus dacif  kepada hasan li ghairih. Ini merupakan antara tujuan asal kajian ini dibuat iaitu untuk mengenalpasti dan mengkaji metod penulisan dan penyusunan kitab oleh  Shaykh al-Hadith Mawlānā Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi.

5. Shaykh al-Hadith Mawlānā Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi berpegang kepada pendapat jumhur yang membolehkan penggunaan hadis daif untuk Fadhail Amal.

Penukilan hadith daripada sudut sumber

1. Sumber daripada kitab hadith

Hasil kajian mendapati 40 buah hadith atau 100% dinuqil dari kitab-kitab hadith. Walaubagaimanapun, dua kitab hadith utama iaitu sahih al-Bukhari atau  sahih Muslim tidak dinyatakan disini kerana seperti yang dinyatakan sebelum ini, penulis tidak memetik  hadith dari dua kitab sahih ini kerana tumpuan hanya diberikan kepada sanad-sanad selain sanad dari Imam al-Bukhari atau  Imam Muslim sahaja. Jumlah keseluruhan hadith dari kitab Fadilat al-Dhikr berjumlah 80 hadith dan hampir keseluruhan 40 hadith yang tidak dipetik oleh penulis adalah merupakan sumber daripada dua kitab sahih ini.

Berikut adalah perincian hadith yang dikaji:
i. Sunan al-Tirmidhi hadith bernombor 1, 2, 9, 13, 14, 17, 30, 31, 34 dan 40.
ii. Musnad Ahmad hadith bernombor 6, 7, 11, 12, 18, 20, 27, 35 dan  37.
iii. al-Mucjam al-kabir oleh al-Tabrani hadith bernombor 3, 4, 21, 22, 26 dan 28.
iv. Sunan ibn Majah hadith bernombor 24, 29, 32, 38 dan 39.
v. Sunan al-Nasa’i hadith bernombor 15 dan 36.
vi. Mustadrak al-Hakim hadith bernombor 16 dan 33.
vii. Musnad Abu Yala hadith bernombor 19 dan 25.

Status hadith

Analisis terhadap 40 hadith di dalam kitab ini mengikut hukum setiap hadith dapat dibahagikan kepada 4 bahagian iaitu:-

i. hadith Sahih 14 hadith iaitu 35%
ii. hadith Hasan 13 hadith iaitu 32.5%
iii. hadith Daif  13 hadith iaitu 32.5%
iv. hadith Mawdu 0 hadith iaitu 0%

Kesimpulan Dan Saranan

Fadilat al-Dhikr merupakan satu bahagian dari kitab fadilat amal yang digunakan oleh pengikut jemmah Tabligh di seluruh dunia dan kitab ini telah diterjemah hampir kesemua bahasa di dunia ini.

Hasil kajian daripada 40 hadith dalam kitab ini, didapati bahawa jumlah bilangan hadith  Sahih dan hadith Hasan berjumlah 27 hadith, jumlah ini tidak termasuk hadith baki 40 hadith yang tidak sempat dikaji oleh penulis iaitu majoriti hadith tersebut dinuqil dari dua kitab hadith utama hadith iaitu sahih al-Bukhari atau  sahih Muslim. Setelah kajian ini dibuat, tiada satu pun hadith mawduk yang dapat dijumpai, ini bermakna tiada masalah bagi kita semua untuk terus membaca dan membuat kajian tentang kitab ini lagi.

Penulis ingin memberikan beberapa cadangan dan saranan iaitu:

1. Kitab ini hendaklah dijadikan bahan wajib bacaan harian samada dibaca dirumah,masjid atau disurau kerana kitab ini hanya membicarakan tentang kelebihan amal dan galakan dalam beribadat tanpa menyentuh isu-isu khilafiah yang hanya layak dibicarakan oleh alim ulama’ sahaja.  Selain itu, Shaykh al-Hadith Mawlānā Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi mensyarahkan sesuatu hadith  menggunakan bahasa yang mudah dan senang difahami oleh orang awam dalam memahami maksud hadith.

2. Mengadakan seminar dan diskusi karya tulisan Shaykh al-Hadith Mawlānā Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi bagi mendedahkan kepentingan pengajian hadith secara riwayah dan dirayah kepada ulama semasa dan masyarakat.

3. Mewujudkan Jawatankuasa Khas bagi mengumpulkan kajian mengenai semua hadith kitab ini seterusnya dicetak dengan menyertakan ulasan mengenai setiap  hadith berkaitan.

4. Kajian takhrij hadith perlu didedahkan kepada masyarakat dengan mengeluarkan artikel-artikel berkaitan didalam majalah dan akhbar.

Akhirnya penulis memohon beribu kemaafan di atas segala kekurangan yang ada di dalam kajian ini. Penulis berpendirian bahawa pendapat penulis yang terdapat dalam kajian ini sekiranya bertentangan dengan nas-nas al-Quran dan hadith-hadith Nabi SAW yang sahih, maka penulis kembali merujuk kepada kedua-duanya. Penulis juga bersedia menerima sebarang teguran dan pandangan untuk kebaikan bersama serta Islam yang tercinta ini.

Semoga kajian ini dengan izin Allah SWT dapat memberi manfaat kepada pencinta ilmu dan umat Islam di seluruh dunia serta menjadi amalan jariah kepada penulisnya.

Oleh: Ustaz Faris Alwi

MORAL

Sebelum kitab ini disebarkan kepada umum, ianya telah disemak oleh para ulama Deobandi terutama di Mazahirul Ulum Sahanranpur.

Adapun persoalan, mengapa kitab ini dikatakan mengandungi hadis palsu, ianya adalah kerana ahli hadis yang berpegang kepada pendapat yang syadid (keras) sedangkan ada ulama hadis meletakkan hadis itu sebagai dhaif, bukan palsu.

Jemaah Tabligh telah lebih 20 tahun menjadikan kitab ini sebagai bacaan untuk tujuan TARGHIB (galakan) dan TARHIB (ancaman). Maka, telah berjuta-juta manusia telah mendapat kesedaran akan kepentingan mendirikan solat berjemaah di masjid pada awal waktu, melazimi bacaan al Quran dan menghantar anak ke madrasah untuk belajar alim dan menjadi hafiz.

Banyak lagi jasa kitab ini kepada umat Islam.

(Sumber: Daripada Kajian yang dijalankan oleh pelajar ilmu hadis Jabatan al-Quran dan as-Sunnah di bawah seliaan Dr. Asmadi Sakat)

Disusun semula oleh
Khairy Tajudin
Semoga Allah bagi faham...

Siapakah Maulana Zakaria

(Mengenali siapakah Maulana Zakariyya al kandahlawi rahimahullah, Pengarang Kitab Fadhail Amal.)

Beberapa hari ini asyik terfikir berkenaan seorang ulama hadith dari India yabg bernama Maulana Zakaria al Kandahlawi rahimahullah.. mungkin ramai yg tidak mengenali beliau tetapi beliau tidak asing bagi para pelajar hadith dan orang awam yang mnyimpan kitabnya yang terkenal yaitu Fadhail Amal.. beliau juga guru kepada ayah Al Habib Umar bin Hafiz iaitu Habib Muhammad (bekas mufti tarim), Dr Sayyid Alwi al Maliki atau dikenali sbg Abuya Maliki (ulama besar Makkah), Syeikh Nuruddin al Banjari (ulama nusantara) dan ramai lagi ulama hasil didikan beliau yang lain.. saya kongsi sekilas berkenaan dengan biografi beliau :

Maulana Zakariyya Al-Kandahlawi dilahirkan pada 10 Ramadhan 1315H, bertepatan dengan 12 Februari 1898, di sebuah desa bernama Kandlah di wilayah Uttar Pradesh, India, dari sebuah keluarga yang mempunyai sejarah panjang dalam pengabdian pada agama. Silsilah keluarga beliau bersambung sampai kepada sahabat besar Nabi, Abu Bakar As-Siddiq r.a..

Semasa kecil Zakariyya mula belajar membaca kepada Hakim Abdur Rahman, kemudian menghafal Al-Quran di bawah bimbingan ayahnya, Maulana Muhammad Yahya, seorang ulama besar yang cukup terkenal di India. Setelah itu belajar bahasa Parsi dan bahasa Arab kepada Maulana Muhammad Ilyas, pendiri gerakan Tabligh.

Pada usia 12 tahun, Maulana Zakariyya dibawa oleh ayahnya ke Madrasah Mazahirul Ulum. Di bawah bimbingan ayahnya, beliau mempelajari bahasa Arab tingkat lanjut, teks-teks klasik, nahwu, saraf dan ilmu mantiq.

Ketika menginjak usia 17 tahun, minat utamanya mulai fokus pada bidang kajian ilmu hadis. Beliau mempelajari 5 dari 6 kutubussittah. Bahkan beliau sempat belajar untuk kedua kalinya kitab Sahih Bukhari dan Sunan at-Tirmizi kepada Maulana Khalil Ahmad Saharanpuri. Selama mempelajari kitab-kitab tersebut, Maulana Zakariyya selalu menjaga wudhuk.

Maulana Zakariyya memulai karier mengajarnya pada tahun 1335H, ketika beliau ditunjuk untuk mengajar di mata pelajaran nahwu, saraf dan sastera. Pada tahun 1341H, kemudian diminta untuk mengajar tiga bahagian dari kitab Sahih Bukhari dan pada tahun 1344H ditambah lagi mengajar kitab Misykat al-Masabih.

Pada tahun 1345H, beliau berkesempatan mengunjungi tanah suci. Di Madinah beliau tinggal selama 1 tahun dan selama itu mengajar Sunan Abi Daud di Madarasah Ulum Shar’iyyah. Di Kota Nabi ini, Maulana mulai menulis Awjaz al-Masalik ila Muwatta’ Imam Malik, syarah kitab Al-Muwatta’nya Imam Malik, ketika itu beliau berumur 29 tahun.

Ketika kembali ke India, beliau mula lagi mengajar kitab Sunan Abi Daud, Sunan al-Nasai, Al-Muwatta Imam Muhammad dan separuh bahagian dari Sahih Bukhari, separuhnya lagi diajarkan oleh mudir madrasah. Setelah mudir wafat, tugas mengajar Sahih Bukhari ini diberikan seluruhnya kepada Maulana Zakariyya.

Selama hidup beliau, beliau telah mengajar separuh bahagian pertama dari Sahih Bukhari selama 25 kali, mengajar seluruh kitab tersebut selama 16 kali dan mengajar kitab Sunan Abi Daud sebanyak 30 kali. Karier beliau mengajar bertahan sampai tahun 1388H, ketika beliau menderita sakit mata yang tidak memungkinkan lagi untuk terus mengajar.

Kecintaan Maulana Zakariyya pada agama, terutama pada kajian ilmu hadis, sangat tinggi. Total waktu yang dihabiskan beliau untuk belajar dan mengajar hadis adalah selama kurang lebih 60 tahun.

Dalam kurun waktu tersebut beliau juga telah menulis lebih dari 80 kitab yang sangat tinggi nilainya dan diakui oleh para ulama di seluruh dunia. Beberapa kitab yang beliau tulis dalam bidang kajian hadis antara lain ; Awjaz al-Masalik ila Muwatta’ Imam Malik (syarah dari kitab Muwatta Imam Malik, terdiri dari 6 jilid), Lami’ al-Dirari ‘ala Jami’ al-Bukhari (syarah dari kitab Sahih Bukhari), Syarah Muslim (syarah Sahih Imam Muslim), Juz’ Hajjat al-Wida’ wa ‘Umrat al-Nabi (Berisi tentang haji dan umrah yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w., juga memuat tentang masalah hukum haji, lokasi, dan tempat-tempat yang pernah dilalui atau disinggahi oleh Rasuulllah s.a.w.), Khasa’il Nabawi Sharh Shama’il al-Tirmidhi (syarah dan komentar terhadap kitab al-Shama’il al-Muhammadiyya-nya Imam Tirmidzi yang berisi tentang hadis-hadis yang berkenaan dengan peri kehidupan Nabi Muhammad s.a.w.) dan beberapa kitab lainnya.

Karya beliau yang paling terkenal ialah Fadhail Amal. Diikuti dengan Hayatus Sahabah.

Maulana Zakariyya wafat pada 1345H.

Lebih lengkap mengenai riwayat hidup beliau boleh dibaca di buku autobiografi beliau yang ditulis dengan cara yang unik oleh beliau sendiri dengan judul “Aap Beeti”, yang setakat ini ada diterjemahkan ke dalam bahasa melayu dengan judul “Autobiografi Zakariyya Al-Kandahlawi”.

Membaca kisah belajar, mengajar, menulis, ketekunan dan semangat Maulana Zakariyya dalam pengabdiannya kepada agama, khususnya dalam ilmu hadis harusnya membuat kita menjadi malu.

Pertanyaan sederhana untuk kita, apa yang telah kita lakukan untuk memajukan agama yang kita cintai ini?

Tuesday, March 7, 2017

Petua untuk mudah bangun solat subuh

Saya sering diajukan soalan daripada adik-adik mahupun anak-anak program yang saya kendalikan tentang bagaimana caranya untuk mudah bangun Solat Subuh.
Ada yang hanya mengharapkan ibu bapa/kawan-kawan kejutkan tak kurang yang menjadikan jam loceng dan ‘alarm’ handset sebagai alat untuk membangunkan mereka Solat Subuh.
Yang berlaku, jam loceng atau alarm handset dimatikan dan kejutan ibu bapa itu ada yang tidak bersungguh-sungguh ataupun
bila si anak menyahut terus ditinggalkan dengan jangkaan anak sudah bangun sedangkan mulut saja menyahut tetapi mata tak dibuka dan tubuh masih baring di tilam empuk.
Alhamdulillah, saya menemui sebuah buku bertajuk Keajaiban Solat Subuh (The Miracle of Solat Subuh) tulisan Dr. Raghib Al-Sirjani yang telah diterjemahkan mempunyai beberapa tip untuk mudah bangun mendirikan Solat Subuh. Berikut ringkasan yang dapat saya simpulkan merujuk kepada buku di atas. Mudah-mudahan memberi manfaat buat saya dan kita semua

Tip 1 : Tekad yang kuat
Saya sangat berkeyakinan, jika kita membulatkan tekad yang bersungguh-sungguh, tidak ada seorang pun yang boleh menghalang kita untuk bangun Solat Subuh.
“tapiii, saya memang dah berazam bangun masalahnya tak jaga juga”.
Persoalannya, cukupkah azam di mulut saja tapi tidak mempersiapkan apa-apa untuk mencapai azam tu.
Contohnya, kalau tidur malam dah lambat, tidak pula memasang ‘alarm’ atau pesan supaya ahli keluarga dan kawan-kawan kejutkannya, mana mungkin dia boleh mengatakan “Saya mahu solat, tetapi nak buat macamana tak jaga juga dan tak dengar azan”. Kalau takdak keinginan yang kuat untuk bangun, jangan haraplah nak dengar azan.
Bahkan kalau dengar azan sekalipun, tetapi takdak kesungguhan untuk bangun tetap ia tak akan bangun untuk solat.

Tip 2 : Jauhilah dosa/maksiat
Orang yang mudah bangun Solat Subuh sudah tentu seorang yang berusaha menghiasi kehidupan hariannya di bawah naungan redha dan rahmat Allah. Maksudnya setiap minit dan saat hidupnya akan berusaha melaksanakan kebaikan dan menjaga dirinya agar tidak membuat suatu perkara yang boleh mengundang kemurkaan Allah.

Apabila hatinya bersih dan diwarnai zikrullah, maka laungan
“As-Solatu Khairam Minan Naum” (Solat lebih baik dari tidur) menjadi “alarm” untuk dia segera mencari redha dan kasih sayang Allah.

“Tak mungkinlah kita bersih dari dosa dan maksiat. Hari ini kita kan terdedah dengan pelbagai maksiat di sana sini”

Benar, maka banyakkanlah beristighfar mohon keampunan Allah dan jagalah diri dari melakukan maksiat yang ada di sekeliling kita. Takkan bila maksiat di sana sini, kita jadikan alasan untuk turut membuat maksiat juga. Jadilah ikan di laut, walaupun dunia kehidupannya masin, tetapi isinya tidak masin.
Sebelum tidur, muhasabahlah diri dan mohonlah keampunan Allah atas dosa dan maksiat sama ada disedari atau tidak yang kita lakukan sepanjang hari itu.

Tip 3 : Banyak berdoa
Doa itu senjata mukmin. Terus berdoa kepada Allah agar Allah ampunkan dosa dan memudahkan kita bangun untuk Solat Subuh.
Seringkali kita lupa untuk berdoa sebelum tidur dan selepas bangun tidur.
Itu kan sunnah Rasul Salallahu Alaihi Wasallam.
Berdoa dengan penuh yakin dan tidak berputus harap dengan kasih sayang Allah

Tip 4 : Tidur Cara Sunnah
Bila kita mengamalkan tidur cara Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam, di sana ada keberkatannya.
Dengan tidur cara Rasul, dengan izin Allah kita mudah untuk bangun Solat Subuh.

Bagaimana tidur cara sunnah Rasulullah?

(i) Tidur Lebih Awal
Antara wasiat Rasul Salallahu ‘Alaihi Wasallam kepada umatnya ialah tidur selepas waktu Isyak. Tidur awal bukan dikhususkan untuk kanak-kanak sahaja tetapi kepada semua manusia. Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam akan tidur awal dan bangun di sepertiga malam untuk bermunajat kepada Allah Subhanahu Wataala. Ada riwayat yang menyatakan Rasulullah akan tidur selepas Solat Isyak. Kita pula bagaimana?

Jika tidak ada apa-apa perkara yang ingin dilakukan, lebih baik kita naik ke katil lebih awal daripada menghabiskan masa dengan menonton televisyen dan lepak-lepak di gerai minum.
Bagi pelajar, kajian menunjukkan mengulangkaji pelajaran selepas Solat Subuh atau bangun tidur awal pagi adalah lebih baik dari berjaga malam dan bersengkang mata.
Firman Allah Subhanahu Wataala : “Allah yang menjadikan waktu malam untuk kamu berehat padanya dan menjadikan siang terang benderang…”(Ghafir: 61)

(ii) Berwudhuk sebelum tidur
(iii) Membaca doa

Baca doa sebelum tidur dan tiga surah (tiga Qul) ditiupkan pada tapak tangan dan disapukan diseluruh badan, ditambah Ayatul Kursy sebagai benteng dari diganggu oleh Iblis dalam tidur kita.

(iv) Tidur di atas lambung kanan dan mengadap qiblat

Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Apabila kamu ke tempat tidurmu, ambillah wudhuk seperti wudhuk solatmu kemudian berbaringlah di atas lambung kananmu.”

Berkenaan hikmah tidur di atas lambung kanan, Imam Ibn Qayyim (anak murid Ibn Taimiyah) menjelaskan hati manusia terletak di
sebelah kiri, maka apabila seseorang tidur di atas lambung kiri, hatinya akan tertindih yang menyebabkan tidur menjadi nyenyak dan rasa berat untuk bangun.
Berbanding bila tidur di atas lambung kanan, hatinya tidak tertindih seterusnya menyebabkan ia tidak terlalu nyenyak dan tenggelam dalam tidurnya.

Tip 5 : Jangan banyak makan sebelum tidur
Ini merupakan satu tip yang sesuai dengan syariat dan kesihatan.
Perut yang terlalu kenyang akan menjadikan tubuh badan menjadi berat dan susah untuk bangun.
Selain itu, jauhi daripada minum teh, kopi dan minuman bergas.
Minuman tersebut yang mengandungi kafein akan melambatkan tidur atau mengakibatkan kegelisahan ketika tidur seperti sering terjaga untuk kencing.
Akhirnya badan menjadi lemah dan sukar untuk bangun Solat Subuh

Tip 6 : Pasang Penggera (Alarm)
- Pasang alarm tepat pada waktu Solat Subuh. Ketika post ini ditulis, waktu Subuh di Alor Setar adalah pada pukul 6.17 pagi, maka alarm perlulah di ‘set’ pukul 6.17.

Peringkat awal ini, cukuplah kita melatihkan diri untuk bangun tepat pada ketika Subuh telah masuk.
Selepas sudah membiasakan diri, berlatihlah pula bangun lebih awal agar kita boleh menunaikan ibadah qiamullail walaupun hanya sekadar 15 minit sahaja.

- Usahakan memasang alarm yang mengeluarkan deringan kuat sama ada jam loceng mahu pun handset.
Jangan sesekali memasang alarm menggunakan muzik lembut atau deringan biasa kerana ia bukan saja tak membangunkan kita bahkan akan membuaikan kita untuk terus tidur.

- Memasang alarm dalam pelbagai waktu. Contohnya jika jam loceng dikunci pukul 6.17 pagi, alarm handset pula dikunci pukul 6.22

pagi sebagai persediaan takut-takut alarm pertama ditutup secara tidak sengaja dan sedar.

- Tukarkan bunyi alarm dari semasa ke semasa.

Handset mungkin takdak masalah tapi bagi jam loceng, tukarlah dengan ahli keluarga yang lain atau kawan-kawan yang mempunyai bunyi berbeza dengan jam kita.

- Jauhkan jam loceng atau handset dari mudah dicapai oleh tangan. Adalah lebih baik letak di tempat yang agak tinggi atau pun di tempat yang perlu kita bangun dan berjalan ke arahnya.
Inilah sebahagian petua yang mungkin boleh membantu untuk bangun awal bagi menunaikan Solat Subuh.
Dengan izin Allah, jika kita berusaha bersungguh-sungguh, pasti Allah Subhanahu Wataala akan mempermudahkannya